Text 2

Kamis, 05 April 2012

Analog Input (AI) dalam Dunia Kontrol

Seperti yang di bahas pada posting sebelumnya mengenai 4 I/O; Analog Input adalah Sinyal 4–20 mA yang masuk ke kontroler (DCS) yang biasanya berasal dari (Analog Output) Transmitter atau Analizer, misalnya dari Transmitter Temperature, Flow, Level, Tekanan atau dari Analizer Oksigen, CO, Silika dsbnya. 
Dalam dunia kontrol,  analog input ini berasal berbagai macam transmitter ataupun analizer yang mengeluarkan sinyal 4–20 mA. Transmitter ataupun Analizer mengeluarkan sinyal 4–20 mA (Outputnya) adalah merupakan input bagi kontroler (DCS) yang nantinya dapat dipakai sebagai indikasi ataupun set poin untuk alarm maupun interlock dalam suatu sistem.
Sebagai contoh : Temperatur Transmitter, temperatur transmitter akan mengirimkan sinyal 4–20 mA ke kontroler (DCS), mengirim sinyal analog 4 mA saat zero indikasi sampai sinyal analog 20 mA saat full range.
Tetapi jika kita memandang sebuah transmitter maka input adalah masukan ke transmitter, misalnya dari sensor temperature dsbnya, dan output merupakan keluaran tranmitter yang dapat berupa 4-20 mA atau on/off contact.


Range temperatur tersebut di Kontroler (DCS) harus sama dengan di transmitter agar indikasi yang ditampilkan di Kontroler (DCS) adalah besaran aktual temperatur di lapangan. Kalau range temperatur di Kontroler (DCS) adalah 0–100 °C ; maka transmitter juga harus di kalibrasi pada range 0-100 °C agar suhu aktual dilapangan yang disensing sensor sebagai 50 °C di kirim oleh transmitter sebagai 12 mA  dan nantinya kontroler yang memiliki range temperatur yang sama 0 – 100 °C akan menerima 12 mA ini dan menampilkan sebagai suhu 50 °C.


Karena pada range transmitter dan kontroler (DCS) 0 - 200°C; pada suhu 50 °C  ini, transmitter akan mengirim sinyal 8 mA dan kontroler (DCS) akan menerima dan menampilkan 8 mA ini sebagai suhu 50 °C, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pembacaan.

Jadi tidak ada masalah berapa pun range temperature tersebut asalkan range di transmitter dan Kontroler (DCS) sama. Cuma perlu saya ingatkan bahwa pemilihan range tersebut disesuaikan dengan range temperatur prosses yang diukur, misalnya air 0–100 °C, LP steam 0–300 °C, MP steam 0–400 °C, Bed temperatur boiler 0–1200 °C.



Tidak ada komentar: